Selasa, 26 Maret 2019

NHW#9 Kelas Matrikulasi B-7 : Bunda Sebagai Agen Perubahan


Bismillahirrochmannirrochiim…
Ogenki desu ka? Apa kabar semua? Semoga kita semua dalam lindungan, rahmat, dan ridha Allah SWT. Setiap manusia diciptakan oleh Allah SWT sebagai change maker dengan cara yang beragam bukan seragam, karena setiap manusia memiliki potensi dan minat masing-masing. Menjadi change maker  bukan berarti mengubah orang lain, tetapi fokuslah pada perubahan diri sendiri untuk terus berubah menjadi lebih baik. Kali ini, NHW bertema tentang Bunda Sholihah, Bunda Sholihah memiliki arti seorang perempuan yang bermanfaat untuk diri, keluarga, dan masyarakat sekitar. Oiya, nggk kerasa ini sudah NHW terakhir di kelas Matrikulasi :,) ... Oke, yuk simak penjelasan tugasnya. Check It Out!

Bunda, kalau sudah menemukan passion (ketertarikan minat ) ada di
ranah mana, mulailah lihat isu sosial di sekitar anda, maka belajar untuk
membuat solusi terbaik di keluarga dan masyarakat.
Rumus yang kita pakai :

PASSION + EMPHATY = SOCIAL VENTURE

Social venture adalah suatu usaha yang didirikan oleh seorang social
enterpreneur baik secara individu maupun organisasi yang bertujuan untuk
memberikan solusi sistemik untuk mencapai tujuan sosial yang
berkelanjutan.

Sedangkan social enterpreneur adalah orang yg menyelesaikan isu sosial
di sekitarnya menggunakan kemampuan enterpreneur.
Sehingga bunda bisa membuat perubahan di masyarakat diawali dari rasa
emphaty, membuat sebuah usaha yang berkelanjutan diawali dengan
menemukan passion dan menjadi orang yang merdeka menentukan nasib
hidupnya sendiri.

NICE HOME WORK #9
BUNDA SEBAGAI
AGEN PERUBAHAN
Hal ini akan membuat kita bisa menyelesaikan permasalahan sosial di
sekitar kita dengan kemampuan enterpreneur yang kita miliki. Sehingga
untuk melakukan perubahan tidak perlu menunggu dana dari luar, tapi
cukup tekad kuat dari dalam.

Mulailah dari yang sederhana, lihat diri kita, apa
permasalahan yang kita hadapi selama ini,
apabila kita bisa menyelesaikan
permasalahan kita, dan membagikan sebuah
solusi, bisa jadi ini menjawab permasalahan
yang dihadapi oleh orang lain. Karena mungkin
banyak di luar sana yang memiliki
permasalahan yang sama dengan kita.

Setelah selesai dengan permasalahan kita sendiri, baru keluar melihat isu
sosial yg ada di sekitar kita.
Bagaimana caranya? Isilah bagan-bagan di bawah ini:

Selamat menjadi agen perubahan
Karena “Everyone is a Changemaker”
( Setiap orang adalah agen perubahan)

Sampai jumpa di perkuliahan Ibu Profesional
selanjutnya untuk bisa lebih memahami
secara detil matrikulasi IIP ini.

Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

Jujur, ini salah satu tugas yang palingku suka, karena disini dapat menyelaraskan kesukaan/minat dengan kebermanfaat untuk lingkungan berdasarkan isu social di lingkungan sekitar. Baik, yuk intip hasil NHW 9 Nisa …

Minat, Hobi, Ketertarikan
Skill, Hard, Soft
ISU SOSIAL
MASYARAKAT
IDE SOSIAL
Pendidikan
·         Mengajar
·         Mendidik
Anak terlantar (pengamen dan penjual koran) yang tidak sekolah
Anak-anak
·         Mengadakan program sabtu ceria (membuat program belajar untuk mereka)
Gizi
·         Memasak
·         Menghitung kandungan gizi
Kurangnya konsumsi sayur masyarakat
Mahasiswa
Pegawai kantor
·         Membuat catering khusus sayur : Catering Nabati for Indonesia
Parenting
·         Menulis
·         Membaca
Anak muda yang kurang tertarik pada dunia parenting terutama yang akan menikah
Remaja

Dewasa Pra-nikah
·         Membaca buku dan artikel terkait parenting
·         Meresume dalam sebuah tulisan menarik
·         Membagikan di sosial media

Baik, terimakasih sudah berkunjung dan membaca My Nice Homework –ku, semoga bermanfaat, oiya dapat senyuman manis 😍 nih dariku.

- Salam Hangat, Annisa Putri Aryati (Mahasiswi MIIP B7 – Regional Surabaya Raya)
#TugasNHW9 #MatrikulasiIIPB7



Jumat, 22 Maret 2019

NHW#8 Kelas Matrikulasi B-7 : *MISI HIDUP DAN PRODUKTIVITAS*

 Bismillahirrachmannirrochim... 😊
Apakabar para bunda, calon bunda, dan readers semua? Nisa doakan semoga semua dalam rahmat Allah SWT dan dalam keadaan baik. Aamiin. Semakin semangat mengikuti kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional Batch 7 ini. Terasa sekali kebermanfaatan mengikuti Institut ini yang sebelumnya tidak mengerti atau "0" pengetahuan untuk mempersiapkan bagaimana menjadi ibu profesional kebanggaan keluarga sekarang bisa dibilang semakin bertambah hmm kurang lebih menjadi "7" dalam skala 0-10. Tanpa, berlama-lama dalam kata pengantar.... yuk mari kita intip NHW8 beserta jawabanku 😉. Check It out!

NICE HOMEWORK #8
*MISI HIDUP DAN PRODUKTIVITAS*

Bunda, setelah di materi NHW#8 kita belajar tentang bagaimana pentingnya menemukan misi hidup untuk menunjang produktivitas keluarga. Maka saat ini kita akan lebih menggali bagaimana menerapkannya secara teknis sbb :

a. Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW#7)
Setelah menilik kembali NHW 7 tepatnya dikolom suka dan bisa yaitu terkait belajar, mendidik, membimbing, mengajari, mendengarkan, memasak, menulis, dan melayani jika ditarik garis mengarah kepada hal yang ingin kupelajari dalam universitas kehidupan ini yaitu Parenting dan Nutritionis
Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan “BE DO HAVE” di bawah ini :
  1. Mental seperti apa yang harus anda miliki untuk menjadi seperti yang anda inginkan ? (BE)

  • Mental Life long learner. Saya ingin menjadi :
  1.  Istri dan Ibu Profesional
  2. Nutrisionis (Ahli Gizi) Profesional
  3. Trainer Parenting
  4. Penulis Parenting dan Gizi
    2. Apa yang harus anda lakukan untuk menjadi seperti yang anda harapkan ? (DO)
  • Berkomitmen bersungguh-sungguh mengikuti, mendalami, dan mengaplikasikan ilmu-ilmu yang didapatkan di Institut ibu Profesional
  • Mengikuti seminar-seminar tentang parenting
  • Membaca buku tentang parenting
  •  Terus merefresh dan mereview ilmu gizi yang telah didapatkan
  • Belajar cara public speaking dan menjadi trainer
  • Belajar menulis tentang parenting dan tentang gizi dimulai dengan menulis artikel di blog atau social media lainnya


        3.   Apa yang akan anda lakukan apabila anda sudah memiliki yang anda harapkan? (HAVE)
Dalam Keluarga:
Menjadi seprofesional dan sebaik-baiknya istri dan seorang ibu serta menjadi ahli gizi yang profesioal terutama untuk keluarga.  
Diluar Keluarga:
Menebar manfaat sebanyak-banyaknya sesuai dengan kemampuan saya yang ingin saya tekuti yaitu menjadi trainer dan penulis tentang parenting serta educator dan konselor gizi.

Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:

    1.    Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)    

  •      Menjadi manusia bertakwa
  •     Menjadi manusia berakhlak mulia
  •     Menjadi manusia yang bermanfaat

    2.    Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan ( strategic plan)

  •     Menjadi istri dan Ibu kebanggaan keluarga
  •     Menjadi ahli gizi profesional
  •     Menjadi trainer dan penulis tentang parenting
  •     Menjadi educator gizi keluarga
  •     Memiliki Catering sehat
  •     Membuat project social dengan suami
  •     Daftar Haji bersama keluarga

   3.    Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)
Ingin mengamalkan ilmu menjadi istri dan ibu profesional serta ahli gizi keluarga, dengan kata lain semoga dengan izin Allah SWT tahun ini saya bisa menikah dan tahun berikutnya dengan izin Allah SWT pula diamanahi seorang anak dan dapat mengamalkan ilmu parenting dengan sebaik-baiknya.  

Mulailah dengan PERUBAHAN, karena pilihannya hanya satu BERUBAH atau KALAH

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulsi IIP/
- Salam Hangat, Annisa Putri Aryati (Mahasiswi MIIP B7-Regional Surabaya Raya)

#TugasNHW8  #MatrikulasiIIPB7


Jumat, 15 Maret 2019

NHW#7 Kelas Matrikulasi IIP B-7: *TAHAPAN MENUJU BUNDA PRODUKTIF*


Bismillahirachmannirrochim…😍

Hai para pembaca setia... Ohayou  Gozaimasu? Annisa doakan Semoga baik , Aamiin. Semakin detik bergulir tak terasa hampir di hilir, dan pemahaman amanah menjadi Ibu Profesional kian mengalir (puisi bentar hehehe), nggk kerasa uda hampir di ujung perjalanan, Alhamdullillah masih strong untuk melawan rasa malas belajar menjadi calon ibu profesional. Yuk, yuk, yuk! Intip tugas NHW#7 nya, check it out!\

*TAHAPAN MENUJU BUNDA PRODUKTIF*

Bunda dan calon bunda yang masih semangat belajar sampai NHW #7. Selamat, anda sudah melampaui tahap demi tahap belajar kita dengan sabar.
Setelah kita berusaha mengetahui diri kita lewat NHW -NHW sebelumnya, kali ini kita akan belajar mengkonfirmasi apa yang sudah kita temukan selama ini dengan tools yang dibuat oleh para ahli di bidang pemetaan bakat. 

Ada banyak tools yang sudah diciptakan oleh para ahli tersebut, diantaranya dapat dilihat secara online di 
www.temubakat.com http://tesbakatindonesia.com/www.tipskarir.com dan masih banyak lagi berbagai tes bakat online maupun offline yang bisa kita pelajari.

Salah satu tools yang bisa dicoba adalah 
www.temubakat.com yang kebetulan kita bisa mengkonfirmasi langsung ke penciptanya yaitu Abah Rama Royani, yang sering menjadi guru tamu di komunitas Ibu Profesional.

Apabila teman-teman lain memiliki tools tentang pemetaan bakat ini yang bisa dikonfirmasi ulang ke penciptanynya silakan dipakai, sehingga kita jadi lebih banyak paham tentang berbagai alat konfirmasi bakat kita.
Segera cocokkan hasil temu bakat tersebut dengan pengalaman yang sudah pernah teman-teman tulis di NHW#1 – NHW #6
Semua ini ditujukan agar kita bisa masuk di ranah produktif dengan BAHAGIA.
Bagi anda yang ingin memakai fasilitas Free di 
www.temubakat.com silakan ikuti panduan di bawah ini :
Masuk ke 
www.temubakat.com
Isi nama lengkap anda, dan isi nama organisasi : Ibu Profesional
Jawab Questioner yang ada disana, setelah itu download hasilnya 
Amati hasil dan konfirmasi ulang dengan apa yg anda rasakan selama ini
Lampirkan hasil ST30 (Strenght Typology) di Nice Homework #7
Bagi anda yang ingin menggunakan tools lain yang bisa dikonfirmasi ulang, silakan cantumkan hasilnya di NHW #7
Setelah mengkonfirmasi ulang bakat kita dengan tools yang ada, kami sarankan jangan percaya 100%. Silakan konfirmasi ulang hasil tersebut sekali lagi dengan mengisi pernyataan aktivitas apa yang anda SUKA dan BISA selama ini.
Buatlah kuadran aktivitas anda, boleh lebih dari 1 aktivitas di setiap kuadran

Kuadran 1 : Aktivitas yang anda SUKA dan anda BISA
Kuadran 2 : Aktivitas yang anda SUKA tetapi andaTIDAK BISA
Kuadran 3 : Aktivitas yang anda TIDAK SUKA tetapi anda BISA
Kuadran 4: Aktivitas yang anda TIDAK SUKA dan anda TIDAK BISA


Setelah menjawab segala pertanyaan.....  Eng ing Eng
Ini Hasilnya:








ANNISA PUTRI ARYATI, anda adalah orang yang senang bersahabat, senang melayani dan bertanggung jawab , dapat merasakan perasaan orang lain baik sedang gembira maupun sedang sedih , selalu ingin memajukan orang lain dan senang melihat kemajuan orang , senang mengkomunikasi ideanya , suka mengumpulkan berbagai informasi atau teratur , suka melayani orang lain dan mendahulukan orang lain , memiliki intuisi dalam memilih jalan terbaik menuju tujuan , senang menghayal tentang apa yang mungkin terjadi jauh kemasa depan.

Setelah mencocokkan dengan NHW 1-6 Alhamdullillah ada kecocokan, ini dia kuadrannya. Check it out!
Formatnya  dulu ya

SUKA
TIDAK SUKA
BISA
Kuadran 1
Kuadran 2
TIDAK BISA
Kuadran 3
Kuadran 4

Kuadran 1 : Aktivitas yang anda SUKA dan anda BISA
Kuadran 2 : Aktivitas yang anda SUKA tetapi andaTIDAK BISA
Kuadran 3 : Aktivitas yang anda TIDAK SUKA tetapi anda BISA
Kuadran 4: Aktivitas yang anda TIDAK SUKA dan anda TIDAK BISA


SUKA
TIDAK SUKA
BISA
Dalam hal melayani dengan memanfaatkan kemampuan saya :
  •  Mengajari
  • Memasak
  • Mengedukasi
  • Membantu
  • Membimbing
  • Merencanakan
  • Mendengarkan
  • Mendidik
  • Menulis
  • Belajar

Hobi:
  •  Membaca
  • Bersepeda

  •  Mengepel  lantai
  • Penelitian
  •  Membuat keputusan sendiri
  • Menunggu
  • Memerintah dan menyuruh orang

TIDAK BISA
  •  Memotivasi
  •  Berbicara di depan public/ public speaker
  • Berenang
  • Menjahit
  • Mengatur program secara sistematis

  •  Promosi penjualan
  • Meyakinkan orang


Baik, terimakasih sudah berkunjung dan membaca My Nice Homework –ku, semoga bermanfaat, oiya dapat senyuman manis 😍 nih dariku.


- Salam Hangat, Annisa Putri Aryati (Mahasiswi MIIP B7 – Regional Surabaya Raya)
#TugasNHW7 #MatrikulasiIIPB7



Kamis, 14 Maret 2019

Luruskan Niat Menikahmu

Bagi yang paham, apabila sedang berada dalam proses menuju pernikahan, saat ditanya perihal niatan menikah, maka mayoritas jawabannya adalah sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT. Subhanallah.. betapa mulianya niat tersebut. Nah.. pertanyaannya, betulkah niatnya lurus untuk Allah dan hanya karena Allah? Hehehe.. biasanya, saat ditanya demikian, kita akan mengangguk yakin bahwa niatannya betul-betul lurus untuk ibadah kepada Allah.  Tapi sekali lagi, betulkah demikian?

Melalui postingan kali ini, yuk kita sama-sama analisis kelurusan niatan menikah kita. As usual based on my own experiences

Subhanallah.. Allah sungguh luar biasa. Pada saat saya sedang berproses ta’aruf kemarin, kami dipertemukan dengan seorang ustadz yang luar biasa pula, dan memang berkapasitas untuk menasihati orang-orang mengenai ilmu-ilmu pernikahan dalam Islam, terutama yang sedang dalam proses ta’aruf seperti kami.

Masih tampak jelas dalam ingatan saya, sore itu kami duduk di ruang buku ustadz tersebut, bersiap untuk mendengarkan berbagai wejangan demi kemudahan proses kami menuju pernikahan. Saya pribadi pada saat itu membayangkan akan menerima nasihat-nasihat indah yang menggiring harapan baik menuju pernikahan idaman. Hati saya dipenuhi pengharapan akan mendapatkan penjelasan mengenai langkah demi langkah yang jelas, untuk mencapai pernikahan yang barakah.

Pertemuan pertama saya dengan ustadz memperlihatkan saya pada sosok bapak yang tampak sangat bijaksana. Beliau ini merupakan mantan preman, yang setelah hijrah, malah semakin melesat dan kini sudah mendirikan banyak sekali rumah tahfidz untuk para santri penghafal Al Qur’an, subhanallah. Tak hanya itu, dunia kini justru berduyun-duyun mengejarnya.

Ustadz membuka percakapan melalui perkenalan dengan kami terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan bertanya mengenai kesibukan kami sehari-hari. Obrolan kami berlangsung sangat santai seperti sedang silaturahim biasa, bukan berguru atau memohon nasihat. Kami pun akhirnya menyampaikan niat kedatangan kami. Ustadz tersebut tersenyum memandangi kami yang saat itu sedang dalam proses ta’aruf. Bukannya memberikan nasihat, beliau malah meluncurkan pertanyaan, yang hingga sekarang menjadi pedoman kuat saya dalam pelurusan niat menikah. Simak baik-baik ya..

“Nak.. kalau kalian yang sudah berproses hingga sejauh ini ternyata  pada akhirnya kalian tidak berjodoh, tidak bisa sampai ke pernikahan..” beliau menghela nafas sebentar, kemudian menatap kami, “Bagaimana perasaan kalian?”

Seketika kami terdiam. Bagi saya pribadi, itu merupakan hal yang tidak pernah saya bayangkan sama sekali sebelumnya. Saking saya menikmati proses ta’arufyang indah sesuai syariat Allah, tidak sekalipun terlintas dalam benak saya apabila kelak ternyata kami sebetulnya tidak berjodoh. Saya terdiam cukup lama, merenungkan seandainya hal tersebut benar-benar terjadi. Tidak terbayang sama sekali.

Ustadz memecah keheningan kami dengan mengulang kembali pertanyaan yang sama, “Bagaimana seandainya ternyata setelah berproses sejauh ini, ternyata kalian tidak bisa sampai ke pernikahan sebab kalian memang tidak ditakdirkan Allah untuk berjodoh?” Kami terdiam kembali dan benar-benar membayangkan apabila kelak hal tersebut benar terjadi. Dan akhirnya ustadz bertanya kembali, “Bagaimana perasaannya? Ternyata berat ya membayangkan bila setelah berproses sejauh ini ternyata tidak bisa sampai ke pernikahan?” Saya mengangguk dalam hati. Sungguh berat sekali membayangkan apabila benar suatu hari ternyata proses kami harus terhenti atas alasan apapun, sebab proses kami indah sekali, khususnya bagi saya.

“Nak.. rasa berat hati saat membayangkan seandainya diri tidak berjodoh dengan pasangan yang sedang berproses sekarang merupakan tanda bahwa niat menikahmu belum lurus untuk Allah SWT.”

Subhanallah.. JLEB!!

“Ucapanmu mengenai niatan menikah karena Allah, demi ibadah yang lebih lengkap, pengutuhan keimanan, dll.. mudah sekali diuji kebenarannya dengan cara demikian tadi. Bayangkan bila seandainya tidak berjodoh. Ucapanmu diuji melalui rasa hatimu yang jelas tidak bisa berdusta.”

Seketika itu diri ini diliputi muhasabbah yang sangat dalam. Pernyataan ustadz tersebut berputar-putar di kepala. Saya menunduk. Benar, sangat benar. Rasa hati yang berat itu merupakan bukti nyata bahwa niatan menikah saya belumlah lurus karena Allah. Ustadz tersenyum. Tampak dari wajahnya, beliau sangat memahami jawaban dalam hati kami.

Beliau kemudian melanjutkan,
“Sebetulnya, bila niatan menikahnya benar-benar lurus, rasa berat hati apabila ternyata tidak bisa bersatu dalam pernikahan itu tidak akan ada. Hati yang lapang menerima dengan ikhlas atas apapun ketentuan-Nya bisa dengan mudah dimiliki apabila diri sudah sangat yakin bahwa apapun yang terjadi di muka bumi ini, sebenarnya merupakan ketentuan baik dari Allah. Lagipula, bila benar ternyata tidak berjodoh, berarti Allah sedang siapkan yang benar-benar terbaik menurut-Nya. Apa yang harus disedihkan?”

Saya menenggelamkan diri dalam muhasabbah yang lebih dalam lagi. Saya mengangguk lebih kencang dalam hati. Iya benar, itu benar, sangat benar. Ustadz melanjutkan kembali, “Jadi untuk menggapai pernikahan yang barakah, pertama-tama.. luruskan dulu niat menikahmu, sebab itu yang sebetulnya cukup sulit. Bila niatan sudah lurus, selebihnya insyaAllah akan dimudahkan.”

Ustadz menyampaikan kalimat demi kalimat dengan penuh ketenangan dan diwarnai senyuman yang sangat bijaksana. Sungguh, hari itu merupakan pembelajaran luar biasa. Yang awalnya mengharapkan nasihat langkah demi langkah menuju pernikahan barakah, justru dihadiahi nasihat yang sangat mendasar dan menjadi pondasi kokoh diri sebelum melangsungkan proses pernikahan.

Perjumpaan kami hari itu ditutup dengan sebuah pemaparan indah dari ustadz.

“Nak.. tidak ada masalah sama sekali dengan hasil akhir yang tidak sesuai dengan harapan sekalipun, apabila dalam prosesnya kalian sama-sama menjalaninya penuh ketaatan kepada Allah disertai dengan niat yang lurus. Dan sekali lagi, niat yang lurus bisa diukur dengan bertanya pada diri sendiri perihal ikhlas atau beratkah bila ternyata tidak saling berjodoh. Yakinlah Allah pasti berikan keputusan yang terbaik bagi hamba-Nya. Jadi sebetulnya tak ada alasan bagi kita berberat hati terhadap apapun yang tak sesuai dengan harapan. Saya doakan, semoga niat lurus selalu bersemayam dalam hati kalian. Dan bila belum lurus, maka berlatihlah terus.”

Subhanallah.. sebuah perjumpaan yang sangat bermakna. Sejak saat itu, setiap hari saya melatih diri meluruskan niat saya menikah. Setiap ada sedikit perasaan yang beranjak semakin dalam pada calon pasangan, seketika saya menarik diri dan meluruskan niat saya kembali, hanya untuk Allah, dan karena Allah. Hari demi hari saya berulang kali memaksakan diri meluruskan niat menikah yang sejujurnya tidak mudah, hingga akhirnya saya menemukan diri saya terbiasa dengan niatan menikah yang lurus, insyaAllah.

Alhamdulillah, sebuah pertemuan singkat dengan ustadz tersebut mampu mengkokohkan pondasi utama proses menikah, yaitu dalam hal pelurusan niat menikah.  Hingga akhirnya saya menyadari, tidak ada kekhawatiran sedikitpun aapabila ternyata jodoh saya bukanlah dia yang sedang berproses dengan saya. Cukuplah saya menjalankan prosesnya sesuai dengan yang Allah suka, dan hasilnya biar Allah yang tentukan, suka-suka Allah saja. Tapi bukan berarti saya tidak serius menjalankannya. Saya hanya berpegang teguh bahwa apapun yang jadi ketentuan Allah, pastilah yang terbaik. Menikah kapanpun pada waktu terbaik-Nya, dengan siapapun pilihan terbaik-Nya. Alhamdulillah, ringan sekali rasanya menjalani kehidupan dimana segala sesuatu hal digantungkan harapannya hanya kepada Allah dan hanya untuk Allah. Sebuah anugerah yang tidak semua orang bisa miliki bila ia tidak yakin kepada-Nya. Terimakasih ya Rabb, I love You more

WA dari temen thanks bro, sudah mau mengingatkan

Sumbernya masih nyari sampai sekarang :) Siapapun yang menulis tulisan ini semoga senantiasa mendapat ridho dan petunjuk-Nya. Memanen pahala dari setiap yang baca Terimakasih 

Source copy from baguskah  tumblr

Bunsay 6 : Pantulan Warna Zona 6-7-8