Rabu, 14 Maret 2018

Pengorbanan Perasaan

Sewaktu kecil dulu, kita tidak begitu paham bagaimana perasaan orang tua. Saat kita menangis, merengek meminta sesuatu. Saat kita sakit, kemudian terbaring beberapa hari. Kita tidak pernah tahu.
Sampai kita sebesar ini, barangkali kita juga tidak cukup tahu apa yang sebenarnya orang tua rasakan. Seberapa besar pengorbanan rasa mereka hingga kita sampai bisa berjalan sejauh ini.


Saat kamu mengatakan cita-citamu untuk merantau jauh, menempuh studi di luar kota, luar pulau, bahkan luar negeri. Mereka bersedia mengorbankan rasa rindu mereka, membiarkan langkah kakimu pergi dengan tenang -dan ringan- untuk menggapai mimpi-mimpimu. Mereka bersedia menahan kangen, perasaan yang lazim. Perasaan-perasaan lain seperti kesepian, juga hal-hal lain yang tidak sanggup diungkapkan. Saat mereka mengingat betapa riuhnya rumah saat kamu masih ada di sana. Rasa cemas setiap hari memikirkanmu di perantauan, hingga tidur mereka tidak nyenyak sampai menerima kabarmu. Meski cuma pesan singkat.
Kemudian, saat kamu berbicara tentang seseorang yang kamu sukai. Saat mereka harus berkorban lebih besar lagi atas perasaannya. Merelakanmu memilih hidupmu dengan orang lain. Dan merelakan diri bahwa dirinya tidak menjadi prioritas utamamu lagi. Kamu memiliki keluarga kecil yang harus kamu urus.


Mereka harus menahan rindu, menahan kesepian, menahan berbagai perasaan yang mungkin baru akan dimengerti saat nanti kita berkeluarga dan memiliki anak.
Perasaan yang mereka korbankan begitu banyak. Rasa cinta, rasa rindu, rasa cemas, rasa khawatir, dan segala perasaan yang diciptakan Tuhan di dunia ini, mereka harus menanggungnya. Dan yang kita tahu hanya beberapa, yang kita tahu hanya sedikit. Sementara kita sering mengeluh kepada mereka. Atas batasan-batasan yang mereka buat, atas aturan-aturan yang tidak bisa kita terima, atas nasihat-nasihat yang menurut kita kuno.
Kita merasa lebih maju dalam segala hal, tapi kita lupa kalau kita tidak pernah bisa mengalahkan pengorbanan mereka sedikitpun.

Yogyakarta, 5 Oktober 2017 | ©kurniawangunadi

Tidak Terlihat Dekat dengan Siapapun

Diskusi QuarterLifeCrisis beberapa hari yang lalu masih seputar dunia jodoh. Mungkin bagi teman-teman yang belum mengalami, atau sudah melewati, obrolan semacam ini bisa dianggap membosankan. Tapi bagi yang sedang mengalami, mendiskusikannya dan berusaha mencari jawaban yang menenangkan adalah sebuah proses penting untuk melewati fase tersebut. Salah satunya dengan curhat.


Salah satu teman kami berkesah, setiap kali pulang atau orang tuanya menelpon, sering ditanya sudah punya pacar atau belum (karena orang tuanya tidak tahu kalau anaknya tidak mau pacaran), atau dengan candaan guyonan dari teman-teman yang lain tentang seputar tersebut. Orang tuanya pun seringkali bertanya, kapan rencana menikah? Sudah ada calonnya belum? Atau dalam kalimat-kalimat tidak langsung seperti, “Wah ini undangan ke rumah banyak banget dari teman-teman SD mu, mereka sudah menikah ya, kayak masih kecil kok udah mau nikah aja.” dan lain-lain.


Sementara teman kami ini, ia sama sekali tidak terlihat dekat dengan siapapun. Sama sekali. Bahkan ketika kami tanya, “Emang nggak ada cowok yang lagi pdkt gitu?” Jawabnya, “Enggak ada”. Juga pertanyaan lain yang sejenis,”Nah, lagi deket sama siapa gitu? Meski dia nggak pdkt?” Jawabnya masih sama, “Enggak ada”.
Dan karena ketidak-adaan inilah yang mungkin juga membuat orangtuanya bertanya-tanya, kok anaknya nggak pernah cerita suka sama siapa, atau lagi dekat sama siapa, atau ada yang pdkt dan gimana? Sementara teman-teman sebaya lainnya bahkan sudah ada yang maju melamar, meski pada akhirnya belum juga menikah.


Usianya sudah cukup matang (dalam standar orang tuanya) untuk masuk ke fase berikutnya. Juga mungkin karena melihat anaknya yang santai-santai aja, cenderung biasa-biasa aja dalam menanggapi hal tsb. Semakin membuat orangtuanya cemas.
Terlepas dari semua itu, terlepas dari sikap cueknya dan kesan biasa-biasanya ini. Teman kami bercerita kepada kami, kalau pada akhirnya dia juga berpikir. Berpikir tentang kenapa dia tidak terlihat dekat dengan siapapun? Enggak ada yang pdkt sama dia, apa enggak ada yang tertarik? Menurut kami, aneh kalau tidak ada yang tertarik dengan perempuan semandiri dan semanis dia.
Sampai pada akhirnya, diskusi panjang tanpa solusi itu berakhir dengan sebuah konklusi, barangkali itu adalah cara Allah menjaganya (terutama setelah ia berhijrah dan memutuskan untuk enggak pacaran), barangkali itu adalah bentuk perlindungan, menyingkirkan laki-laki yang mau mendekatinya tapi tidak dalam levelnya. Dan tentu saja sudah bisa kami tebak, dengan salah satu sifat tegas yang dia miliki, laki-laki kalau cuma mau pdkt untuk pacaran pasti sudah ditendangnya jauh-jauh.


Dan akhirnya, hal terbaik yang bisa manusia lakukan atas apa yang terjadi dalam hidupnya adalah bersyukur. Bersyukur sebab ia tidak terlihat dekat dengan siapapun, bahkan tidak ada yang mencie-ciekan dirinya dengan siapapun. Seperti itulah caraNya menjaga kehormatannya, izzah-nya

Yogyakarta, 17 Oktober 2017 | ©kurniawangunadi

Agama adalah Hakim

Diskusi-diskusi dengan teman selalu menghasilkan banyak pemahaman baru yang menarik. Tidak untuk dibenar-benarkan dan menjadi prinsip yang kemudian juga saya anut. Namun, saya menjadi belajar bahwa perjalanan hidup manusia yang berbeda-beda telah membuat cara berpikir seseorang dengan yang lain juga berbeda. Untuk satu masalah yang sama pun, seseorang memiliki cara pandang yang berbeda. Dan kali ini akan sangat disayangkan jika tidak saya tulis.
Agama adalah hakim, hakim dalam hal apa?


Di tengah usia 20+ dimana kita disajikan oleh berita akad nikah teman yang mirip jadwal shalat jumatan, seminggu sekali. Dimana ketika ada seseorang yang datang yang bahkan kita tidak tahu siapa dan bagaimana. Dimana ketika kita dibuat bertanya-tanya tentang seseorang yang hadir dipikiran. Maka jadikanlah agama sebagai hakim.


Kita tidak pernah tahu bagaimana kehidupan beragama seseorang yang sebenar-benarnya saat ini. Hanya mendengar berita atau memperhatikan caranya berpakaian. Selebihnya kita tidak akan tahu jika kita tidak benar-benar mengenal kesehariannya. Karena agama bukanlah sekedar ibadah ritual; banyaknya hafalan, hitamnya jidat, panjangnya jenggot, lebarnya kerudung. Tidak seeksplisit itu. Agama itu ada di dalam hati, melebur hingga menjadi satu kesatuan dalam diri manusia. Menjadi cara berpikir, cara berbicara, cara berperilaku, semunya termanifestasi menjadi perilaku keseharian.
Kita tidak akan benar-benar tahu kehidupan beragama seseorang dan berapa derajat keimanannya di mata Allah. Lalu bagaimana kita bisa menerima seseorang yang datang tiba-tiba dalam hidup kita? Apalagi bila dia adalah orang yang sama sekali belum kita kenal baik kehidupannya?
Sementara Nabi mengatakan bahwa seseorang (menurutku ini berlaku tidak hanya untuk perempuan) dinikahi karena 4 hal; harta, keturunan, paras, dan agama. Dan dianjurkan memilih agamanya.
Lalu saya bertanya, “Kalau kita bisa mendapatkan keempatnya, mengapa hanya salah satu atau mendapatkan 3 dari 4 kriteria itu? Tidak salah dan tidak berdosa juga kan kita berharap dapat seseorang yang baik agamanya sekaligus cantik/tampan, berketurunan baik, dan kaya?”
Teman saya tersenyum. Di sinilah jawaban itu muncul.


“Seseorang yang memiliki pemahaman agama yang baik, seluruh pemahaman itu akan melebur menjadi dirinya. Ingat bahwa Nabi Muhammad akhlaknya adalah Al Quran kan? Kita dan sesorang yang datang itu bukan Nabi, tapi kita bisa mencontohnya. Seseorang saat ini tidak lagi bisa dinilai dari luarannya saja. Lihatlah bagaimana cara dia berbicara, berperilaku, uji pemikirannya dengan pertanyaan kritis dan masalah, uji kesabarannya dengan amarah. Kita boleh banget berdoa untuk memiliki pendamping yang memiliki paras yang baik, kaya, juga berketurunan, tidak ada yang salah. Yang perlu kita pegang adalah jadikan agama sebagai hakimnya.”
Saya masih menyimak pembicaraan ini.


“Maksudnya agama sebagai hakim?”
“Kita tidak akan bisa menilai agama seseorang saja dan mengesampingkan yang lain. Hanya karena dia terlihat beragama; rajin shalat, jidat hitam, kerudung panjang, hafalan seabrek. Tapi bicaranya kasar, pemikirannya tertutup, bahkan perilakunya bertentangan dengan tampilan luarnya. Buat apa?”
“Carilah seseorang dengan karakter yang baik, baru kamu lihat agamanya. Kamu hanya perlu ridha dengan agamanya sebagaimana apa yang dikatakan Nabi Muhammad. Artinya kamu cukup ridha bila dia hanya baru shalat wajib dan dhuha, belum banyak hafalannya, belum rajin puasa sunah, kerudungnya belum panjang atau bahkan mungkin belum mengenakan, dll. Karakter baik itu penting dan abadi berada dalam diri manusia. Karena karakter itu tidak dibentuk oleh pelajaran-pelajaran teori.”

“Karena pemahaman agama itu benar-benar menjadi agama ketika terwujudkan menjadi seluruh cara hidup seseorang. Selebihnya dapat dipelajari perlahan. Al Quran saja diturunkan dalam jangka bertahun-tahun, pelan-pelan tidak langsung sekaligus. Seseorang tidak akan menjadi sangat alim, sangat soleh atau solehah dalam hitungan pendek. Semua adalah proses dan itu proses bersama kalian nantinya. Untuk menjaga proses itu berjalan dengan baik, kamu membutuhkan seseorang dengan karakter yang baik”

Saya mencatatnya.
“Jadikanlah agama sebagai hakim, bila dia cukup baik dan cukup memenuhi kriteria mubah/sunah yang kamu buat (misal bisa masak, cantik/tampan, penyayang anak-anak, dll) baru kamu lihat agamanya. Kalau kamu ridha, kamu sudah tahu jawabannya. Bila agamanya tidak baik, percuma kan karakter baik tapi kehidupan beragamanya kamu gak ridha, putuskanlah. Karena hidupnya tidak akan berakhir di dunia saja, masih ada kehidupan setelahnya dan kamu membutuhkan itu.”
Teman saya selesai menjawab. Saya mencatatnya, membaca ulang kesimpulannya.
“Agama adalah hakim untuk menerima atau menolak seseorang dan hakim selalu memutuskan setelah melihat semua komponen yang lain terlebih dahulu”

Bandung, 28 Oktober 2014 | ©kurniawangunadi

Cantik: [Hanya untuk Di Lihat]

Beberapa waktu yang lalu, saya dan teman lama terlibat dalam sebuah diskusi. Mungkin karena tidak lama ngobrol ngalor ngidul. Diskusi kami membahas banyak hal. Salah satu hal yang kami ingat adalah tentang fenomena orang-orang yang begitu ingin menampilkan sisi-sisi pribadi dari hidupnya.
Rela menjadikan privasinya sebagai sesuatu yang umum. Rela memperlihatkan detail-detail dirinya secara total dan menjadi sesuatu yang umum. Pembahasan ini sebenarnya tentang kasus krisisnya tentang pasangan hidup ditengah-tengah kariernya yang menurutku sudah cukup. Juga usianya yang menurutku lebih dari cukup untuk masuk ke jenjang tanggungjawab yang berbeda. Dan saya sudah menikah, mungkin sebabnya pembahasan itu menjadi lebih realistis. Tidak seperti dulu, beberapa tahun yang lalu.


Salah satu katanya itu menarik, “Kalau melihat perempuan-perempuan yang hilir mudik di instagram itu, cantik-cantik sih emang, captionnya pun luar biasa bijak. Tapi buatku, mereka itu hanya untuk dilihat, tidak sampai membuatku ingin menikah dengannya.”ujarnya


Tentu jawaban ini bisa didebat, tapi aku tidak ingin mendebatnya. Apalagi itu hanya timbul dari asumsinya, tidak mengenal dengan baik dan personal siapa perempuan-perempuan yang hilir mudik di media sosialnya itu. Tapi aku lebih tertarik, sebab mengapa hal itu muncul di pikirannya.
“Entahlah. Mungkin karena gue anak ekonomi kali ya, tapi mungkin ini enggak ada hubungannya. Kalau kita berpikir secara ekonomi, ketika kita mau menjual sesuatu, katakanlah promosi. Kita akan menampilkan yang terbaik yang bisa kita jual kepada calon pembeli. Kalau kita tidak punya ini, kita punya itu. Kalau semua itu ditarik ke sisi manusia. Kita bisa melihat secara langsung, kalau kita tidak memiliki kecerdasan yang cukup, kita akan menawarkan tenaga atau kekuatan kita. Kalau kita tidak punya kekuatan juga kecerdasan, kita mungkin bisa menawarkan hal yang lain. Sampai ada yang paling ekstrem seperti menawarkan tubuhnya, organnya, bahkan bayinya untuk dijual.”
Aku berusaha menyimak, cara berpikirnya memang sedikit menarik.


“Di media sosial itu, orang tidak punya berusaha menampilkan agar menjadi punya. Manipulatif. Berusaha tampil secara fisik menarik. Entah dari tubuh, gaya hidup, makanan yang dimakan, tempat bepergiannya, dan sebagainya.”
Saya manggut-manggut.
“Dan terakhir, ketika ia tidak memiliki hal lain seperti kecerdasan atau kemampuan-kemampuan lainnya, ia akan menampilkan kecantikannya. Sebagai nilai jualnya.”
“Kesimpulannya apa?” tanyaku.
“Gue nyari yang cerdas, yang rendah hati, yang tahu adab dan menjaga diri. Dan yang seperti itu, gue tahu mereka nggak akan menawarkan dirinya melalui kecantikan diri. Dengan make up, pakaian paling anggun, sambil makan cantik di tempat hits. Karena mereka tahu dimana nilai jual mereka. Bukan di kecantikan.”
Saya manggut-manggut lagi. Dulu saya menemukan istri saya di organisasi, bukan di instagram sih.
“Dan yang seperti itu, mainannya tidak di dunia maya.” ujarnya mantab, sambil menyeruput es teh terakhirnya.

Yogyakarta, 19 September 2017 | ©kurniawangunadi

Cantik

Cantik itu seperti Khadijah
adalah seorang wanita yang ketika melihatku berwajah masam, tak banyak tanya, hanya tersenyum lantas memelukku dengan erat. Yang senyum dan tatapan sejuknya, sungguh adalah kejelitaan sejati yang bahkan bidadari pun akan dibuat iri melihatnya.
.

Cantik itu seperti Fatimah
Saat aku pulang tak membawa apa-apa, ia tak banyak pinta. Cukup dengan membawa kabar bahwa aku baik-baik saja, adalah kemewahan yang tak ternilai, katanya. Ia sama sekali tak banyak menuntut, sebab baginya, rezeki Allah tidak harus berupa harta. Saling mengerti, saling menyanyangi, dan saling memcintai adalah rezeki lain yang sewajibnya disyukuri.
.

Cantik itu seperti Aisyah
Perempuan yang mamput membuat hidupku lebih hidup. Ia seorang pecemburu sekaligus manja menggemaskan. Ia sesekali ngambek, membuatku harus membujuk. Merayu bercanda.تاريخ بغ
أنبأنا أحمد بن محمد بن العتيقي وأحمد بن عمر بن روح النهرواني وعلي بن علي البصري والحسن بن علي الجوهري قالوا أنبأنا الحسين بن محمد بن عبيد الدقاق قال سمعت أبا العباس أحمد بن محمد بن مسروق يقول سمعت حارثا المحاسبي يقول
ثلاثة أشياء عزيزة أو معدومة حسن الوجه مع الصيانة وحسن الخلق مع الديانة وحسن الإخاء مع الأمانة.

Harits al Muhasibi mengatakan, “ 1) cantik adalah menjaga diri 2)Cantik ialah berakhlak mulia plus bagus agamanya 3) Cantik ialah membangun persaudaraan dengan baik plus amanah.

- seseorang....

Saat Hari Akhir Tiba

Dapat tulisan ini dari WA. Dan menurut saya ini sangat baik.
Bagi yang belum paham, hal ini bisa menjelaskan apa yang akan kita lalui di masa depan kelak.
Bagi yang sudah paham, hal ini bisa menjadi pengingat.
Silahkan sisihkan 2 menit  untuk membaca.
—
BAGI YG ISLAM. TAK DIBACA SAYANG. 👇
✐ Selepas Malaikat Israfil meniup sangkakala (bentuknya seperti tanduk besar) yang memekakkan telinga, seluruh makhluk mati kecuali Izrail & beberapa malaikat yang lain. Selepas itu, Izrail pun mencabut nyawa malaikat yang tinggal dan akhirnya nyawanya sendiri.
✐ Selepas semua makhluk mati, Tuhan pun berfirman mafhumnya “Kepunyaan siapakah kerajaan hari ini?” Tiada siapa yang menjawab. Lalu Dia sendiri menjawab dengan keagunganNya “Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.” Ini menunjukkan kebesaran & keagunganNya sebagai Tuhan yg Maha Kuasa lagi Maha Kekal Hidup, tidak mati.
✐ Selepas 40 tahun, Malaikat Israfil alaihis salam dihidupkan, seterusnya meniup sangkakala untuk kali ke-2, lantas seluruh makhluk hidup semula di atas bumi putih, berupa padang Mahsyar (umpama padang Arafah) yang rata tidak berbukit atau bulat seperti bumi.
✐ Sekelian manusia hidup melalui benih anak Adam yg disebut “Ajbuz Zanbi” yang berada di hujung tulang belakang mereka. Hiduplah manusia umpama anak pokok yang kembang membesar dari biji benih.
✐ Semua manusia dan jin dibangkitkan dalam keadaan telanjang dan hina. Mereka tidak rasa malu karena pada ketika itu hati mereka sangat takut dan bimbang tentang nasib & masa depan yang akan mereka hadapi kelak.
✐ Lalu datanglah api yang berterbangan dengan bunyi seperti guruh yang menghalau manusia, jin dan binatang ke tempat perhimpunan besar. Bergeraklah mereka menggunakan tunggangan (bagi yang banyak amal), berjalan kaki (bagi yang kurang amalan) dan berjalan dengan muka (bagi yang banyak dosa). Ketika itu, ibu akan lupakan anak, suami akan lupakan isteri, setiap manusia sibuk memikirkan nasib mereka.
✐ Setelah semua makhluk dikumpulkan, matahari dan bulan dihapuskan cahayanya, lalu mereka tinggal dalam kegelapan tanpa cahaya. Berlakulah huru-hara yang amat dahsyat.
✐ Tiba-tiba langit yang tebal pecah dengan bunyi yang dahsyat, lalu turunlah malaikat sambil bertasbih kepada Allah Subhanahu Wa Taala. Seluruh makhluk terkejut melihat ukuran malaikat yang besar dan suaranya yang menakutkan.
✐ Kemudian matahari muncul semula dengan kepanasan yang berganda. Hingga dirasakan seakan-akan matahari berada sejengkal dari atas kepala mereka. Ulama berkata jika matahari naik di bumi seperti keadaannya naik dihari Kiamat nescaya seluruh bumi terbakar, bukit-bukit hancur dan sungai menjadi kering. Lalu mereka merasakan kepanasan dan bermandikan peluh sehingga peluh mereka menjadi lautan. Timbul atau tenggelam mereka bergantung pada amalan masing-masing. Keadaan mereka berlanjutan sehingga 1000 tahun.
✐ Terdapat satu telaga kepunyaan Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam bernama Al-Kautsar yang mengandungi air yang hanya dapat diminum oleh orang mukmin sahaja. Orang bukan mukmin akan dihalau oleh malaikat yang menjaganya. Jika diminum airnya tidak akan haus selama-lamanya. Kolam ini berbentuk segi empat tepat sebesar satu bulan perjalanan. Bau air kolam ini lebih harum dari kasturi, warnanya lebih putih dari susu dan rasanya lebih sejuk dari embun. Ia mempunyai saluran yang mengalir dari syurga.
✐ Semua makhluk berada bawah cahaya matahari yang terik kecuali 7 golongan yang mendapat teduhan,  dari Arasy. Mereka ialah:
- Pemimpin yang adil.
- Orang muda yang taat kepada perintah Allah.
- Lelaki yang terikat hatinya dengan masjid.
- Dua orang yang bertemu kerana Allah dan berpisah kerana Allah.
- Lelaki yang diajak oleh wanita berzina, tetapi dia menolak dengan berkata “Aku takut pada Allah”.
- Lelaki yg bersedekah dengan bersembunyi (tidak diketahui orang ramai).
- Lelaki yang suka bersendirian mengingati Allah lalu mengalir air matanya kerana takutkan Allah.
✐ Oleh kerana tersangat lama menunggu di padang mahsyar, semua manusia tidak tahu berbuat apa melainkan mereka yang beriman, kemudian mereka terdengar suara “pergilah berjumpa dengan para Nabi”. Maka mereka pun pergi mencari para Nabi. Pertama sekali kumpulan manusia ini berjumpa dengan Nabi Adam tetapi usaha mereka gagal karena Nabi Adam a.s menyatakan beliau juga ada melakukan kesalahan dengan Allah Subhanahu Wa Taala. Maka kumpulan besar itu kemudiannya berjumpa Nabi Nuh a.s., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Musa a.s., Nabi Isa a.s. (semuanya memberikan sebab seperti Nabi Adam a.s.) dan akhirnya mereka berjumpa Rasullullah SAW. Jarak masa antara satu nabi dengan yang lain adalah 1000 tahun perjalanan.
✐ Lalu berdoalah baginda Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam ke hadrat Allah Subhanahu Wa Taala. Lalu diperkenankan doa baginda.
✐ Selepas itu, terdengar bunyi pukulan gendang yang kuat hingga menakutkan hati semua makhluk karena mereka sangka azab akan turun. Lalu terbelah langit, turunlah arasy Allah yang dipikul oleh 8 malaikat yang sangat besar (besarnya sejarak perjalanan 20 ribu tahun) sambil bertasbih dengan suara yang amat kuat sehingga ‘Arasy itu tiba dibumi.
✐ ‘Arasy ialah jisim nurani yang amat besar berbentuk kubah (bumbung bulat) yang mempunyai 4 batang tiang yang senantiasa dipikul oleh 4 malaikat yang besar dan gagah. Dalam bahasa mudah ia seumpama istana yang mempunyai seribu bilik yang menempatkan jutaan malaikat di dalamnya. Ia dilingkungi embun yang menghijab cahayanya yang sangat kuat.
✐ Kursi yaitu jisim nurani yang terletak di hadapan Arasy yang dipikul oleh 4 malaikat yang sangat besar. Saiz kursi lebih kecil dari 'Arasy umpama cincin ditengah padang . Dalam bahasa mudah ia umpama singgahsana yang terletak dihadapan istana.
✐ Seluruh makhluk pun menundukkan kepala karena takut. Lalu dimulailah timbangan amal. Ketika itu berterbanganlah kitab amalan masing-masing turun dari bawah Arasy menuju ke leher pemiliknya tanpa silap dan tergantunglah ia sehingga mereka dipanggil untuk dihisab. Kitab amalan ini telah ditulis oleh malaikat Hafazhah / Raqib & 'Atid / Kiraman Katibin.
✐ Manusia beratur dalam saf mengikut Nabi dan pemimpin masing- masing. Orang kafir & munafik beratur bersama pemimpin mereka yang zalim. Setiap pengikut ada tanda mereka tersendiri untuk dibezakan.
✐ Umat yang pertama kali dihisab adalah umat Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam, dan amalan yang pertama kali dihisab adalah solat. Sedangkan hukum yang pertama kali diputuskan adalah perkara pertumpahan darah.
✐ Apabila tiba giliran seseorang hendak dihisab amalannya, malaikat akan mencabut kitab mereka lalu diserahkan, lalu pemiliknya mengambil dengan tangan kanan bagi orang mukmin dan dengan tangan kiri jika orang bukan mukmin.
✐ Semua makhluk akan dihisab amalan mereka menggunakan satu Neraca Timbangan. Saiznya amat besar, mempunyai satu tiang yang mempunyai lidah dan 2 daun. Daun yang bercahaya untuk menimbang pahala dan yang gelap untuk menimbang dosa.
✐ Acara ini disaksikan oleh Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam dan para imam 4 mazhab untuk menyaksikan pengikut masing-masing dihisab.
✐ Perkara pertama yang diminta ialah Islam. Jika dia bukan Islam, maka seluruh amalan baiknya tidak ditimbang bahkan amalan buruk tetap akan ditimbang.
✐ Ketika dihisab, mulut manusia akan dipateri, tangan akan berkata- kata, kaki akan menjadi saksi. Tiada dolak-dalih dan hujah tipuan. Semua akan di adili oleh Allah Ta'ala dengan Maha Bijaksana.
✐ Setelah amalan ditimbang, mahkamah Mahsyar dibuka kepada orang ramai untuk menuntut hak masing-masing dari makhluk yang sedang dibicara sehingga seluruh makhluk berpuas hati dan dibenarkannya menyeberangi titian sirat.
✐ Syafaat Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam di akhirat :
ⅰ- Meringankan penderitaan makhluk di Padang Mahsyar dengan mempercepatkan hisab.
ⅱ- Memasukkan manusia ke dalam syurga tanpa hisab.
ⅲ- Mengeluarkan manusia yang mempunyai iman sebesar zarah dari neraka.
(Semua syafaat ini tertakluk kepada izinan Allah Subhanahu Wa Taala.)
✐ Para nabi dan rasul serta golongan khawas juga diberikan izin oleh Allah untuk memberi syafaat kepada para pengikut mereka. Mereka ini berjumlah 70 000. Setiap seorang dari mereka akan mensyafaatkan 70 000 orang yang lain.
✐ Setelah berhasil dihisab, manusia akan mula berjalan menuju syurga melintasi jambatan sirat. Siratal Mustaqim ialah jembatan (titian) yang terbentang dibawahnya neraka. Lebar jembatan ini adalah seperti sehelai rambut yang dibelah tujuh dan ia lebih tajam dari mata pedang. Bagi orang mukmin ia akan dilebarkan dan dimudahkan menyeberanginya.
✐ Fudhail bin Iyadh berkata perjalanan di Sirat memakan masa 15000 tahun. 5000 tahun menaik, 5000 tahun mendatar dan 5000 tahun menurun. Ada makhluk yang melintasinya seperti kilat, seperti angin, menunggang binatang korban dan berjalan kaki. Ada yang tidak dapat melepasinya disebabkan api neraka senantiasa menarik kaki mereka, lalu mereka jatuh ke dalamnya.
✐ Para malaikat berdiri di kanan dan kiri siratal mustaqim mengawasi setiap makhluk yang lalu. Setiap 1000 orang yang meniti siratal mustaqim,  hanya seorang saja yang brrhasil melaluinya. 999 orang akan terjatuh ke dalam neraka.
Rujukan:
Kitab Aqidatun Najin karangan Syeikh Zainal Abidin Muhammad Al-
Fathani. Pustaka Nasional Singapura 2004.
☞ Jika sekiranya kalian ingin mengumpul saham akhirat, sampaikanlah ilmu ini kepada sahabat² yang lain. Sebagaimana mana sabda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam:
❝ Sampaikanlah pesananku walaupun satu ayat. ❞
Sesungguhnya apabila matinya seseorang anak Adam itu, hanya 3 perkara yang akan dibawanya bersama :
① Sedekah/amal jariahnya.
② Doa anak²nya yang soleh.
③ Ilmu yang bermanfaat yang disampaikannya kepada orang lain. La illaha illa Allah,
Muhammadu Rasulullah

Kiamat menurut Agama islam di tandai dgn beberapa petanda.
- Kemunculan Imam Mahdi
- Kemunculan Dajjal
- Turunnya Nabi Isa (AS)
- Kemunculan Yakjuj dan Makjuj
- Terbitnya matahari dari Barat ke Timur
- Pintu pengampunan akan ditutup
- Dab'bat al-Ard akan keluar dari tanah & akan menandai muslim yang sebenar2nya
- Kabut selama 40 Hari akan mematikan semua orang beriman sejati shg mereka tidak perlu mengalami tanda2 kiamat lainnya
- Sebuah kebakaran besar akan menyebabkan kerusakan
- Pemusnahan/runtuhnya Kabaah
- Tulisan dalam Al-Quran akan lenyap
- Sangkakala akan ditiup pertama kalinya membuat semua makhluk hidup merasa bimbang dan ketakutan
- Tiupan sangkakala yang kedua kalinya akan membuat semua makhluk hidup mati dan yg ketiga yang membuat setiap makhluk hidup bangkit kembali
Nabi MUHAMMAD SAW telah bersabda:
“Barang siapa yg mengingatkan ini kepada orang lain, akan Ku  buatkan tempat di syurga baginya pada hari penghakiman kelak”
Kita boleh kirim ribuan bbm mesra, promote, fb yang  terlalu penting tapi bila kirim yang berkaitan dengan ibadah mesti berpikir 2x.
Allah berfirman : “jika engkau lebih mengejar duniawi daripada mengejar dekat denganKu maka Aku berikan, tapi Aku akan menjauhkan kalian dari syurgaKu”
Kerugian meninggalkn solat:
Subuh: Cahaya wajah akan pudar.
Zuhur: Berkat pendapatan akan hilang.
Ashar: Kesehatan mulai terganggu.
Maghrib: Pertolongan anak akan jauh di akhirat nanti.
Isya’: Kedamaian dlm tidur sukar didapatkan.
Sebarkan dgn ikhlas. tiada paksaan dalam agama
Niatkan ibadah (sebarkan ilmu walau 1 ayat)
Nasihat Kubur :      
1). Aku adalah tempat yg paling gelap di antara yg gelap, maka terangilah .. aku dengan TAHAJUD
2). Aku adalah tempat yang paling sempit, maka luaskanlah aku dengan ber SILATURAHIM .
3). Aku adalah tempat yang paling sepi maka ramaikanlah aku dengan perbanyak baca .. AL-QUR'AN.
4). Aku adalah tempatnya binatang2   yang menjijikan maka racunilah ia dengan Amal SEDEKAH,
5). Aku yg menjepitmu hingga hancur  bilamana tidak Solat, bebaskan jepitan itu dengan SHOLAT
6). Aku adalah tempat utk merendammu dgn cairan yg sangat amat sakit,   bebaskan rendaman itu dgn PUASA..
7). Aku adalah tempat Munkar & Nakir bertanya, maka Persiapkanlah jawabanmu dengan Perbanyak mengucapkan Kalimah “LAILAHAILALLAH”
Sampaikanlah tulisan ini kepada teman-teman lainnya. Siapa tahu, tulisan ini, bisa menjadi petunjuk juga hidayah bagi sebagian orang.

Wallahua’lam bisshawab

Selasa, 13 Maret 2018

MUTIARA TERINDAH

Khadijah…
Beliau diberikan kehormatan
Khadijah… Khadijah…


Jibril datang kepada Rasulullah salallahu’alaihi wasaalam, dan Jibril mengatakan
“Ya Rasululllah, sampaikan salam Rabbnya Khadijah, untuk Khadijah ‘alaihi salam, dan sampaikan juga salamku untuk Khadijah.”

Salam dari Jibril untuk Khadijah.
“Wa Basyirha, Dan berikan kabar gembira untuk Khadijah.
Bi Baitin Fil Jannah, Dengan sebuah rumah di Surga.
Minkhasab, Sebuah rumah yang terbuat dari mutiara. Sebuah rumah yang didalamnya tidak ada kegaduhan, tidak lelah lagi, tidak ada kesulitan, tidak ada kepedihan, tidak ada yang menyakiti, tidak ada yang mengganggu.”

Kenapa Khadijah diberikan sebuah rumah dari Mutiara? Karena Khadijah Mutiara
Dialah pertama yang memberikan Iman. Iman adalah Mutiara. Untuk Hati Khadijah.
Dan Mutiara yang menerangi , seluruh hati-hati umatnya saat ini, terutama kita yang berada disini.

Mutiara itu indah, dan keindahannya sulit dihancurkan, dan itu adalah Khadijah.
Dia Mutiara namun sanggup hidup, dalam kondisi yang sangat sulit .

“Bait minkhasab la Sakhab, yang didalamnya tidak ada teriakan.”
Kenapa tidak ada teriakan di rumah Khadijah di Surga? Karena Khadijah tidak pernah meneriaki suaminya, Khadijah tidak pernah meninggikan suaranya, di depan suaminya.

Khadijah hanya punya kelembutan
Khadijah hanya punya kasih sayang
Khadijah hanya punya cinta
Khadijah kebaikannya Khalid
Khadijah kebaikannya abadi

Oleh karena itu, Allah muliakan Khadijah dengan Bait minkhasab la Sakhab, berkah rumah Khadijah.

Dimana suami dan istri sama-sama tidak pernah meninggikan suaranya.
Suara yang keluar hanya cinta, suara yang keluar hanya kasih sayang, suara yang keluar hanyalah keberkahan, rumah yang tidak ada lelahnya.

Cukup Khadijah lelahnya di dunia.
Cukup Khadijah perjuangannya di dunia.
Cukup Khadijah kebaikannya di dunia.
“Cukup”, kata Allah ”Kamu cukup.”

Maka Allah muliakan dengan sebuah rumah, yang didalamnya tidak ada kesulitan.
Untuk para perempuan, jadilah Khadijah yang tidak pernah menyulitkan suaminya.
Jangan sulitkan suami kamu, jangan mengeluh, jangan keluarkan ucapan yang buruk, maka kamu benar-benar jadi Khadijah.

Salah satu keutamaan Khadijah dia perempuan, yang hidup tanpa mengeluh, apapun kondisinya. Dia perempuan yang punya kekuatan untuk tidak mengeluh. Kalau kamu ingin mengeluh, mengeluh hanya kepada Allah dan mintalah pertolongan hanya kepada Allah.

Pelajaran terpenting adalah Khadijah diberikan rumah dari mutiara yang didalamnya, tidak ada risbut-ribut, karena Khadijah tidak pernah ribut, Khadijah diberikan rumah yang tidak ada lelah dan kesusahan karena Khadijah tidak pernah membuat suaminya lelah. Justru Khadijah selalu memberikan kekuatan.

“Khadijah, Aina Mitlu Khadijah,” kata Rasul,”Khadijah, dimana ada perempuan seperti Khadijah?, Dia mendukungku ketika semua menyakitiku, dia memberikan rasa aku berharga, aku dicintai, aku diterima, aku didukung.”

Itulah ruhnya Khadijah. Spirit Khadijah untuk suaminya, dan Khadijah tidak pernah mengeluh. Dia hanya tersenyum, dan tersenyum, sampai akhir wafatnya. Dia mengatakan “Ya Rasulullah, aku perempuan tua, aku lemah, hartaku habis, tapi aku ingin mendukung, aku ingin kuatkan perjuanganmu. Kalau aku harus wafat, dan tulangku bisa kau jual dengan dinar dan dirham untuk membantu agamamu, lakukan Ya Rasulullah, lakukan.”

Maka Khadijah selalu jadi yang terindah, untuk Rasulullah salallahu’alaihi wasalam.
“Khadijah, Aina Mitlu Khadijah, adakah perempuan seperti Khadijah? Dimana aku cari perempuan seperti Khadijah”
Bahkan Rasullullah ketika sudah menaklukkan kota Mekkah, Mekkah sudah ada ditangan Rasullullah, Rasullullah tidak memilih tinggal di sebuah rumah. Namun rasulullah mendirikan sebuah tenda di samping dan di sisi Makam Khadijah.

“Aku inginkan Khadijah, aku rindu Khadijah, dia perempuan yang selalu jadi mutiara, Khadijah.”

Jangan pernah meneriaki suami, jangan menyusahkan suami, jangan menyusahkan kehidupannya, maka kamu benar-benar Khadijah. Kamu bisa jadi Khadijah. Kita semua. Aamiin Ya Rabbal Alamin.

-          Ustadzah Haneen Akira Lc.


Bunsay 6 : Pantulan Warna Zona 6-7-8