Minggu, 06 September 2020

Bunsay #6 : Zona 1 Komunikasi Produktif

 Assalamualaikum Semua 😃

Hai hai hai, kembali lagi bersama Nisa di Tantangan Hari ke 4 Zona 1.


Oiya selalu Nisa doakan, semoga dimana pun pembaca berada diberi sehat walafiat ditengah pandemi ini.


Kali ini, Nisa akan memulai hari 4 petualangan Nisa di Bentang Petualang Bunda Sayang zona #1.

Oke. Yuk kita mulai...

Kemarin rencananya hari ini ingin berdiskusi dengan suami terkait pola makan sehat tetapi g jadi lagi deh karena ada   hal lain yang ku temukan hari ini. Hari ini aku melakukan tes sidik jari alias tes STIFIn dan aku menemukan bahwa aku adalah tipe Intuiting Ekstrovet. Ya hari ini tiba-tiba aku ingin tes STIFIn setelah sharing dengan suamiku yang dulu pernah tes tersebut. Dari sharing tsb aku semakin penasaran aku tipe apa ya? Akhirnya ku coba cari tahu info tes STIFIn di wilayah domisili setelah menemukan cp nya aku langsung menghubungi. Qadarullah sorenya bisa langsung melakukan tes nya dan langsung keluar hasilnya. 


Tantangan ku hari ini, adalah berdiskusi dengan suamiku untuk saling memahami karakter dari STIFIn supaya saling mengetahui kelemahan dan kelebihan masing-masing sehingga harapannya bisa mewujudkan keluarga yang sakinah dan saling mendukung.


Poin komunikasi produktif hari ini yaitu pemilihan tatapan muka dan gesture.


Tatapan muka, fokus kepada lawan bicara, apalagi dengan laki-laki (suami) supaya percakapan/komunikasi berjalan efektif.


Kalimat yang jelas, aku berusaha menyusun kata yang jelas dan tidak tersirat aliaas To The Point' supaya lawan bicara bisa langsung memahami maksud apa yang ingin ku sampaikan.


Rencana ku esok hari, tetap seperti kemarin mau membahas tentang pola makan sehat.


Bintangku hari ini Kunilai sendiri, aku masih belum fasih dalam menyusun kata-kata yang terorganisir dan to the point jadi 🙈🙊



Akhirnya aku menilai 


Three Star's 🌟🌟🌟


Oke sampai disini dulu petualangan hari ini, sampai jumpa di petualangan esok harinya... 🙂


Salam cinta dan semangat, 

Annisa Putri Aryati, IPMR, Bunsay #6 

Sabtu, 05 September 2020

Bunsay #6 : Zona 1 Komunikasi Produktif

 Assalamualaikum Semua 😃

Hai hai hai, kembali lagi bersama Nisa di Tantangan Hari ke 3 Zona 1.


Oiya selalu Nisa doakan, semoga dimana pun pembaca berada diberi sehat walafiat ditengah pandemi ini.


Kali ini, Nisa akan memulai hari 3 petualangan Nisa di Bentang Petualang Bunda Sayang zona #1.


Oke. Yuk kita mulai...

Kemarin rencananya hari ini ingin berdiskusi dengan suami terkait pola makan sehat tetapi ada   hal lain yang ku temui hari ini, bertemu seorang ibu yang memiliki dua anak yang salah satunya sedang mondok di pondok pesantren tahfidz Al Qur'an, ini adalah pertemuan keduaku dengan beliau.


Tantangan ku hari ini, adalah melawan rasa ingin membuka hp untuk berusaha menatap dan mendengarkan lawan bicara supaya komunikasi berjalan produktif.


Alhasil, pembicaraan ku dengan beliau berjalan lancar dan banyak pelajaran kehidupan serta hikmah yang kudapatkan dari beliau. 


Beliau menuturkan, "Menjadi istri itu harus penuh syukur atas apapun yang diberikan suami baik sedikit/banyak, nanti Allah SWT yang mencukupinya  atas rasa syukur yang kita lakukan. Karena memang jika dihitung-hitung rasa pengen ini itu nggak akan cukup, jadi syukuri aja.

Usahakan selalu bersikap qanaah, serta melakukan segala pekerjaan diniatkan untuk akhirat maka nanti dunia akan mengikuti. Saya ini mbak, jarang beli baju. Kalau saya masih punya baju yang layak ya saya pakai. Kalau ngikutin pengen nggak akan ada habis"nya mbak."


Aku hanya terdiam dan merenungi diriku sendiri.


(Dalam hati deg...) Allah SWT seperti sedang menegur dan mengingatkan ku.


Sepulang dari pertemuan itu, aku mengucapkan terimakasih kepada beliau telah berkenan sharing tentang hikmah kehidupan. Alhamdulillah...


Poin komunikasi produktif hari ini yaitu pemilihan tatapan muka dan gesture.


Tatapan muka, sesuai yang ku sebut diawal saat pertemuan dan percakapan dengan ibu tersebut aku melawan rasa ingin ku membuka hp, memang bisa dibilang ujian cukup berat di kaum milenia.


Gesture, aku berusaha menunjukkan rasa antusias ku mendengar cerita beliau, hingga akhirnya beliau terlihat semakin nyaman berbicara denganku dan akhirnya banyak ilmu serta hikmah yang kudapatkan dari percakapan tersebut. 


Rencana ku esok hari, tetap seperti kemarin mau membahas tentang pola makan sehat.


Bintangku hari ini Kubilai sendiri, karena tadi saat percakapan meskipun aku melawan rasa ingin ku untuk membuka hp, tp 1-2x aku masih lakukan karena mengecek pesan suamiku 🙈🙊


Akhirnya aku menilai 

Three Star's 🌟🌟🌟



Alhamdulillah... Meskipun tidak sebanyak kemarin aku merasa hari ini penuh ilmu kehidupan yang mengingatkan ku.


Oke sampai disini dulu petualangan hari ini, sampai jumpa di petualangan esok harinya... 🙂

Salam cinta dan semangat, 

Annisa Putri Aryati, IPMR, Bunsay #6 

Jumat, 04 September 2020

Bunsay #6 : Zona 1 Komunikasi Produktif

 Assalamualaikum Semua 😃

Hai hai hai, kembali lagi bersama Nisa di Tantangan Hari ke 2 Zona 1.


Oiya selalu Nisa doakan, semoga dimana pun pembaca berada diberi sehat walafiat ditengah pandemi ini.

Kali ini, Nisa akan memulai hari 2 petualangan Nisa di Bentang Petualang Bunda Sayang zona #1.

Oke. Yuk kita mulai...

Temuanku hari ini berkaitan aku melihat sebuah Penampakan.... (Hii.. apaan tuh?)

..

..

..

Eits... Bukan penampakan hantu yaaah wkwkkwk...

Penampakan suamiku yang terlihat lelah hari ini karena hari ini ada meeting dari pagi sampe sore, padahal yang biasanya meetingnya hanya 2-3 jam.


Tantangan ku hari ini, adalah melawan segala rasa lelah yang ada, memberikan senyuman manis, dan memberikan bahasa cinta yang paling diinginkan suami yaitu kontak fisik tepatnya {PIJET}. Yah... Itu salah satu tantangan terbesarku karena kadang kalau suami minta pijet  aku menampilkan ekspresi lelahku 🙊🙈 (berharap supaya suami g minta pijet, hihihi dasar #aku).


Poin komunikasi produktif hari ini yaitu pemilihan waktu yang tepat, tatapan muka, dan gesture.


Pemilihan waktu yang tepat, yah... Memang tantangan kali ini aku kerjakan di waktu yang tepat, yakni saat melihat suamiku Mmg butuh pijatan untuk melepas lelah kerja hari ini. 


Gesture, meskipun hari ini aku juga lelah aku berusaha menampilkan gestur yang menyenangkan dan semangat untuk memijat, serta senyuman manis. Yang konon katanya kalau suami melihat senyuman wajah istrinya separuh kelelahan bisa hilang lho... Coba yuk 😃 



Rencana ku esok hari, mau membahas tentang pola makan sehat.


Bintangku hari ini, aku meminta suamiku ikut andil untuk memberi bintang, jadi bintangku hari ini...


Engeingeng....


Four Star's 🌟🌟🌟🌟

Alhamdulillah...

Oke sampai disini dulu petualangan hari ini, sampai jumpa di petualangan esok harinya... 🙂

Salam cinta dan semangat, 

Annisa Putri Aryati, IPMR, Bunsay #6 

Kamis, 03 September 2020

Bunsay #6 : Zona 1 Komunikasi Produktif

 

Assalamualaikum Semua 😃

Apakabar pembaca?


Semoga dimana pun pembaca berada diberi sehat walafiat ditengah pandemi ini.

Kali ini, Nisa akan memulai hari 1 petualangan Nisa di Bentang Petualang Bunda Sayang zona #1.

Zona ini bertopik tentang komunikasi produktif yang akan kita jelajahi selama 15 hari kedepan.

So, siapkan segala bekal dan amunisi untuk mengikuti petualangan ini.

Oke. Yuk kita mulai...


Temuanku hari ini berkaitan dengan manajemen finansial, ceritanya lagi bau-bau awal bulan nih jadi seperti biasa Nisa dan suami berdiskusi tentang rencana finansial satu bulan kedepan.

Tantangan ku hari ini, karena kami memiliki planning untuk membeli rumah dan umroh bersama, mulai bulan ini kami akan berkomitmen "mengencangkan ikat pinggang" alias menabung. 

Memasuki bulan keempat pernikahan, bulan ini kami benar-benar berkomitmen untuk menabung dan menekan keinginan pengeluaran yang tidak dibutuhkan, ya karena tiga bulan yang lalu kami masih adaptasi dan membeli segala kebutuhan perangkat rumah tangga sehingga belum bisa menabung 😭, tapi tak apa, tidak ada yang terlambat untuk memulai dari sekarang.

Poin komunikasi produktif hari ini yaitu pemilihan waktu yang tepat dan tatapan muka.

Yes... Suamiku bisa dibilang cukup sibuk karena selain bekerja beliau memiliki beberapa amanah organisasi/komunitas lainnya. Alhamdulillah hari ini di jeda istirahat kerja suamiku menyempatkan pulang sejenak untuk istirahat dan saat itulah aku memanfaatkan ngobrol santai membahas pembahasan finansial kedepan, Alhamdulillah suamiku menyepakati.

Tatap muka, ya umumnya setiap laki-laki jika kita berbicara dengannya diusahakan kita harus menatap matanya dan menyingkirkan benda-benda yang ada di sekitarnya supaya fokusnya berada pada kita (lawan bicara), iya nggak sih??? Kalau aku iyaa bangeet

Alhamdulillah, kali ini aku berhasil mengalihkan pandangannya hanya kepadaku (eciiiee 😙😄). Alhasil, diskusi kita hari ini cukup efektif dan fokus meskipun diwaktu yang cukup singkat, karena suami harus kembali ke kantor. 


Rencana ku esok hari, sepertinya masih membahas tentang finansial dan ditambah tentang bahasa cinta.


Bintangku hari ini, aku meminta suamiku ikut andil untuk memberi bintang, jadi bintangku hari ini...


Engeingeng....


Four Star's 🌟🌟🌟🌟



Alhamdulillah...


Oke sampai disini dulu petualangan hari ini, sampai jumpa di petualangan esok harinya... 🙂


Salam cinta dan semangat, 

Annisa Putri Aryati, IPMR, Bunsay #6 

Minggu, 23 Agustus 2020

Pra Bunsay 6 : Wahana Diving




Aku sebelum menjadi bagian Ibu Profesional


Setelah lulus kuliah, aku adalah seorang perempuan yang masih belum tahu tentang misi kehidupan dan berbagai macam ilmu untuk mempersiapkan menjadi calon ibu yang profesional kebanggaan keluarga.


Terlebih menentukan apa sih sebenarnya yang aku inginkan untuk masa depan, mau jadi apa kelak untuk berkontribusi bermanfaat di masyarakat tanpa mengabaikan kewajiban dalam keluarga? 


Terkadang aku juga belum bisa memanajemen diri untuk menentukan prioritas yang harus dilakukan, padahal untuk melakukan segala tugas apapun supaya terlaksana dengan baik harus tahu apa prioritas nya.


Banyak sekali evaluasi adab dan akhlak yang perlu diperbaiki, salah satunya penyakit 'sok tahu' ketika mengikuti seminar atau mendapatkan ilmu yang (mungkin) pernah didapatkan sebelumnya.


Padahal hal tersebut bisa jadi cara Allah SWT untuk memahamkan dan mengingatkan lagi terkait ilmu yang diulang-ulang itu.



Aku setelah menjadi bagian Ibu Profesional


Berawal dari mengikuti sebuah seminar parenting, pemateri menyebutkan sekolah untuk ibu yaitu Institut Ibu Profesional. 


Untuk mencari jawaban rasa keingintahuan ku tentang Institut Ibu Profesional, akhirnya aku mencari tahu informasi tentang Institut Ibu Profesional. 


MasyaAllah... Menakjubkan!!!

Seperti mendapatkan hadiah yang selama ini kucari. Tanpa berfikir panjang, aku mendaftarkan diri mengikuti institut ibu profesional kelas pra matrikulasi batch 7.


Setelah mengikuti pra matrikulasi batch 7 sampai mengikuti pra Bunsay batch 6.


Banyak perubahan menjadi lebih baik. Menjadi berbinar untuk selalu menjadi calon ibu pembelajar hingga akhir hayat.


Melalui IIP, aku menemukan dan mendapatkan pemahaman


1. apa itu misi spesifik secara spesifik. Meleburkan keadaan masyarakat dan passion sehingga dalam menjalani misi tersebut dilakukan dengan berbinar. 

2. Adab dan akhlak dalam menuntut ilmu.

3. Menjadi calon ibu yang siap menjadi manajer keluarga yang benar dan baik.

4. Tahu cara menentukan skala prioritas dan memanajemen diri sendiri.

5. Dst


Terimakasih IIP,  harapanku semoga aku bisa mengikuti rangkaian kelas IIP hingga akhir, hingga menjadi ibu profesional Sholihah yang terus belajar, berkembang, berkaya, berbagi, dan berdampak.


Annisa Putri Aryati IPMR Pra Bunsay batch 6





Sabtu, 08 Agustus 2020

Pra Bunsay #6 : Wahana Surfing

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabaraktuh... ^^

Apakabar semua?

Wah wah wah sudah lama nggak menulis di blog ini. Hari ini Nisa ingin share tentang bekal kelas pra Bunsay #6 kedua di Wahana Surfing. Kali ini diisi oleh Bunda tercinta kita, Bunda Ratna dan Bunda Kasiyani dari IP-Jogja.


Di pertemuan kedua, kami semua berada di Wahana Surfing. Disini kami belajar tentang COC. Hmm... Apa itu COC?

COC (Code of Coduct) adalah pendoman perilaku bermartabat demi menjaga kemuliaan hidup. Berikut COC di Institut Ibu Profesional eng ing eng...


Sebelum belajar diingatkan tentang pedoman perilaku

1. Adab yang baik, yaitu ikhlas dan membersihkan jiwa, niatkan belajar untuk meraih ilmu dan mengamalkannya

2. Selalu bergegas dan mengutamakan waktu, ontime datang ketika kelas dimulai, persiapkan diri, anak-anak dan suami agar ketika kelas dimulai bisa fokus

3. Menghilangkan rasa sudah tau, kosongkan gelas dulu agar ilmu yg datang bisa terserap banyak

4. Mengerjakan tugas, ilmu yang kita terima sesuai niat dan kesungguhan, niatkan untuk perbaikan diri dan keluarga.


Yang tidak boleh dalam Ibu Profesional

1. Mempunyai adab yang tidak baik: niat tidak benar, sok tau

2. Pasif dan tidak bertanggung jawab

3. Publikasi yang tidak bermartabat dan tidak bertanggung jawab


Publikasi Bermartabat

1.Tingkat pemula: share sama seperti materi dengan mencantumkan sumber

2. Tingkat menengah: share materi, hasil belajar dan pengalaman/praktek kita (walk to the talk, memaparkan apa yang udah kita praktekkan)

3.Tingkat lanjut: share jurnal ilmiah, dicantumkan di media cetak


PRINSIP BERKOMUNITAS

Kegiatan online/offline semua boleh kecuali yang tidak boleh


1. Tidak kritik pemerintah

2. Tidak ghibah/fitnah

3.Tidak bicara SARAT

4. Tidak bicara Khilafiyah

5. Tidak bicara konflik 


FBG dan WAG Ibu Profesional fokus belajar pendidikan ibu, anak, dan keluarga.


Menjauhi baperan.


# Game Surfing


Selama belajar di IIP tepatnya saat kelas foundation, matrikulasi batch #7, dan Alhamdulilah sekarang diberi kesempatan ikut kelas pra Bunsay #6 (dalam hati terdalam berdoa, Semoga lulus kelas Bunsay #6 dan kelas IIP selanjutnya, Aamiin).


Alhamdulillah, disini selalu diawali dengan pengingat bagaimana adab seorang penuntut ilmu. Salah satunya, harus tanamkan dalam diri untuk memulai menuntut ilmu dengan mengkondisikan hati dan pikiran seperti gelas yang kosong, meskipun (mungkin) ada ilmu yang pernah didapatkan sebelumnya. Karena tidak akan terisi (ilmu) sebuah gelas (hati dan pikiran) jika sudah penuh. 


Selain itu, yakinlah bisa jadi ilmu yang sama yang kita dapatkan secara berulang-ulang itu adalah cara Allah SWT untuk menanamkan ilmu tersebut dalam diri kita. 


PR bagi Nisa, karena sebelumnya ada saja penyakit 'sok tahu' itu muncul.


Bismillah, sejak mengikuti IIP rasa kurang baik itu menurun secara bertahap. 


Dalam hal berkomunitas, juga PR untuk Nisa untuk tidak mudah baper. 


Ada seseorang yang bilang "Jangan menjadi budak penilaian orang", ada makna tersiratnya yakni apapun cacian atau penilaian yang (mungkin) merendahkan atau hal yang membuat tersinggung tidak mempengaruhi kita untuk tetap beradab dan bersikap baik kepada siapapun. Seperti contoh teladan kita Rasullullah SAW. 


Semoga Nisa dan teman-teman Pra Bunsay #6 bisa melaksanakan COC IIP dengan benar, baik, dan dengan penuh kesadaran akan kebermanfaatan nya.


Salam cinta dari Nisa, Pra Bunsay #6, Wahana Surfing

Minggu, 19 Mei 2019

Cara Indah Allah SWT untuk Memahamkan PetunjukNya

Maha besar dan Maha kuasa Allah SWT membimbimbingku hingga dititik ini dan titik selanjutnya yang aku yakin adalah titik terindah yang Allah SWT tentukan untukku.

Cerita ini bermula dari, kegelisahanku karena tiba-tiba siang tadi aku membaca sms masuk dari Dinkes Kota Surabaya bahwa aku diterima menjadi Tenaga Ahli Gizi di Dinkes Kota Surabaya, di saat aku telah diberikan amanah tanggung jawab kerja di Lactashare. Sungguh, kegelisahan ini sama kurasakan saat dlu proses recruitment yang kujalani di sebuah rumah sakit besar di Kota Surabaya (Baca : Tentang Dunia Kerja dan Tantangan Iman).

SMS itu aku baru buka siang tadi dan ternyata sudah dikirim sejak tanggal 14 Mei 2019 dan tertera harus datang kesana ditanggal itu untuk mengambil surat tugas, dimana disaat itu dengan kuasa Allah SWT menjadikanku sibuk sekali melayani pendonor dan resipien ASI yang tiba" menghubungi via wa secara bersamaan, hingga telp. yang sepertinya dari Dinkes Kota Surabaya (031xxx) tidak terjawab. Maha Kuasa Allah SWT atas segala takdirNya.

Di dalam hati, sebenarnya sudah yakin tempat yang Allah SWT takdirkan untukku saat ini adalah tempat pekerjaan yang terbaik, tetapi memang tidak kupungkiri kelemahan manusia, tetap masih ada kegelisahan.

Akhirnya, setelah pulang terawih aku memutuskan sharing dengan seseorang yang ku percaya bisa memberiku solusi; Mba Alda.

Setelah satu jam berlalu, MasyaAllah membuatku yakin seyakinyakinnya atas takdir Allah SWT ini menempatkanku disini, tempat kerja yang terbaik untukku dan seketika kegelisahan itu hilang dengan sendirinya.

Diantara beberapa hal yang menarik dari hasil sharing itu, aku ingin ‘menggaris bawahi tebal’ akhirnya aku menemukan implementasi konkrit hal yang selama ini kutanyakan dalam diri -> “Apa sebenarnya tujuan Allah SWT menciptakanmu di dunia ini?”, sebuah materi kehidupan yang Allah SWT sengaja secara berulang kali menekankan di setiap fase kehidupanku dengan cara TerbaikNya, seperti saat aku di sekolah rumah tangga dan di institut ibu profesional. Materi ini adalah salah satu materi (yang sebelum terjadi sesi sharing ini) yang cukup sulit kutemukan jawabannya dan sekarang aku menemukannya. Tepatnya pertanyaan cukup sulit menemukan jawabannya, yang selalu terngiang-ngiang di masa Quarter Life Crisis.

Sharing itu membuatku bernostalgia ke masa lalu dimana aku memahami tujuan Allah SWT menakdirkan dan menuntunku untuk fokus mempelajari tentang seputar ibu hamil, ibu menyusui, dan bayi.

- Allah SWT memberikanku kesempatan mengikuti Mata Kuliah Pilihan Maternal (Gizi Kehamilan) dan Pediatrik (Gizi Anak) -> sekitar semester 5 & 6

- Saat intermonev community sasaranku adalah ibu hamil -> semester 7

- Saat pre dietetic internship aku ditempatkan di ruang perinatologi bertemu dengan bu Atik (CI-ku), bayi-bayi mungil, serta para ibu" yang berjuang memberikan ASI terbaik untuk bayinya -> semester 8

- Hingga Skripsi-pun aku mengangkat tema Ibu Hamil -> pengerjaan saat semester 5 & 6

Singkat cerita, Qadarullah aku dikenalkan bu Atik dengan dr. Alda (yang saat ini ku panggil Mba Alda 😊) di sebuah seminar dan disanalah aku pertama kali diperkenalkan Lactashare. Sebuah Impian besar dakwah, secara tersirat meleburkan dengan ilmiah. Impian Lactashare adalah menjadi Bank ASI 1 di Indonesia yang memegang erat prosedur Agama dan Medis untuk memberikan yang terbaik untuk generasi terbaik, para bayi-bayi penerus Masa Depan.

Dan terakhir, Allah SWT benar-benar Maha Mengabulkan doa para hambaNya.

Sejak kuliah akhir semester aku selalu berdoa : “Ya Allah tempatkan aku di tempat pekerjaan yang terbaik, dimana hamba bisa memegang erat syariatmu, istiqomah menjalankan ibadah-ibadah wajib maupun sunah, mendapatkan lingkungan yang dapat meningkatkan ketakwaan kepadamu, dan mendapatkan keluasan rizki halal dan barokah.”

Dan doa Mba Alda

“Ya Allah berikanlah aku orang-orang yang terbaik untuk bersama-sama berjuang untuk memperjuangkan ini.” (Maaf karena sedikit lupa doa Mba Alda redaksinya pas tadi sharing, jadi nulis garis besarnya aja ya 😅)

Dan Akhirnya Maha Baik Allah SWT mempertemukan kita… 😊

Dan terima kasih untuk tim Lactashare yang telah menerimaku dengan kehangatan kekeluargaan berlandaskan ketakwaan yang mungkin tidak aku dapatkan jika aku memilih tempat pekerjaan yang lain.

Bismillah, semoga Allah SWT tetap mengistiqomahkan aku dan teman" (eh lebih pantes keluarga), kuganti deh, aku dan keluarga lactashare untuk tetap bersama-sama berjuang untuk memperjuangkan Impian besar Dakwah ini.

Sakura di Bulan April || Malang, 18 Mei 2019

Bunsay 6 : Pantulan Warna Zona 6-7-8